Monday, December 6, 2010

Landasan Teori Persalinan

LANDASAN TEORI PERSALINAN


             Persalinan atau melahirkan anak adalah suatu peristiwa yang sangat besar artinya. Sebab sangat mendalam kesannya. Betapa tidak, karena melahirkan berarti mengadakan semua yang belum ada, begitu juga dengan persalinan yang melahirkan anak yang telah ditunggu kelahirannya.
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri) yang dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain (section caesarea).
Persiapan-persiapan yang diperlukan dalam menanti lahirnya anak :
1.               Persiapan fisik.
2.               Persiapan mental.
3.               Persiapan materi.

A.        Beberapa istilah yang berhubungan dengan persalinan atau partus :
             1.          Menurut cara penilaian.
                         -           Partus biasa (normal) disebut juga partus spontan.
Yaitu proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat.
-                 Partus luar biasa (abnormal)
Yaitu partus dengan bantuan alat, melalui dinding perut dengan operasi caesarea (SC).
             2.          Menurut tua (umur kehamilan)
                         -           Abortus (keguguran)
Yaitu hentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup, BBL < 500 gram dan umur kehamilan < 22 minggu.
-                 Partus immaturus
                                      Yaitu pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu – 28 minggu.
                                      BBL 500 – 999 gram.
-                 Partus prematurus
Yaitu pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu – 36 minggu.
                                      BBL 1000 – 2499 gram.
-                 Partus matures / aterm
Yaitu pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu – 42 minggu.
                                      BBL 2500 – 4000 gram.
-                 Partus post matures (seratinus)
                                      Yaitu pengeluaran buah kehamilan > 42 minggu.
-                 Partus prespitarus
                                      Yaitu partus yang berlangsung cepat.
-                 Partus percobaan
Yaitu suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi chepala pelvic.
             3.          Gravida dan para
-           Gravida : seorang wanita yang sedang hamil.
-           Primigravida : wanita hamil yang pertama kali.
-           Nulipara : wanita yang belum pernah melahirkan bayi hidup.
-           Primipara : wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kali.
-           Multipara : wanita yang pernah melahirkan bayi hidup beberapa kali (sampai 5 kali).
-           Grand multipara : wanita yang pernah melahirkan 6 kali atau lebih, baik itu hidup atau mati.

B.         Faktor-faktor adanya persalinan
1.          Jalan lahir ( passage ) : panggul.
2.          Passager : bayi, ketuban, palcenta.
3.          Power (tenaga) : kontraksi uterus (his), kekuatan meneran ibu.
4.          Penolong : bidan atau nakes yang lain.
5.          Psikologi.

C.         Faktor penyebab persalinan.
1.          Faktor penurunan hormon : estrogen dan progesterone menurun, ada his persalinan.
2.          Faktor placenta.
3.          Faktor distensi rahim : rahim membesar dan menegang àiskemia.
             Otot-otot rahim àsirkulasi udara placenta terganggu à janin berusaha untuk dikeluarkan.
4.          Faktor iritasi mekanik : pada belakang servik terletak gangiron servikale (fleksus frankenhauser). Bila gangguan ini digeser atau ditekan misalnya saja oleh kepala janin maka akan timbhul his.
5.          Induksi partus : partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :
-           gagang laminaria.
-           amniotomi.
-           oksitosin drie.

D.         Tanda-tanda permulaan persalinan
             Sebelum terjadi persalinan, sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki “bulannya” atau “minggunya” atau “harinya” yang disebut dengan kala pendahuluan. Hal ini memberikan tanda-tanda sebagai berikut :
1.               Lightening / setting / dropping.
2.               Perut kelihatan lebih melebar dan fundus uteri turun.
3.               Perasaan sering atau susah kencing ( polikisuria ).
4.               Perasaan sakit yang menjalar dari perut dan punggung ( fase labaur pains ).
5.               Servik menjadi lembek, mulai mendatar, dan adanya blody show.

E.         Tanda-tanda inpartu
1.          Rasa sakit oleh adanya his yang dating lebih kuat, sering dan teratur.
2.          Keluar lendir bercampur darah.
3.          Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4.          Pada pemeriksaan dalam àservik mendatar dan pembukaan sudah ada.

F.         Kala-kala dalam persalinan
             Terdiri dari 4 kala yaitu :
1.               Kala 1 ( kala pembukaan )
-           Fase laten : dimana pembukaan servik berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm dan berlangsung dalam 7 – 8 jam.
-           Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub   fase :
1.          Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 jam.
2.          Periode dilatasi maximal ( steady ) : berlangsung selama 2 jam.
             Pembukaan berlangsung cepat menjadi 4 – 9 cm.
3.          Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam.
                         Pembukaan menjadi 10 cm atau lengkap.
·                Fase-fase yang dikemukakan di atas dapat dijumpai pada primigravida, bedanya dengan multigravida adalah :
Primigravida                                         Multigravida
servik mendatar ( efficment )             -Mendatar dan  membukanya
dulu baru dilatasi, berlangsung          secara bersamaan
13 sampai 14 jam                                  -Berlangsung 6 sampai 7 jam

2.               Kala II ( kala pengeluaran janin )
            Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinasi, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2 – 3 menit sekali, kepala janin telah turun, masuk PAP sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektosis menimbulkan rasa meneran, karena tekanan pada rektum, ibu merasa seperti mau BAB dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai terlihat, vulva membuka dan perineum menonjol dengan his, meneran yang terpimpin akan lahirnya kepala diikuti oleh seluruh badan janin, kala ini pada primi ± 1 ½  - 2 jam, dan pada multi ± ½ - 1 jam.

3.               Kala III ( kala pengeluaran uri )
            Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar, uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat dan berisi placenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya. Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 1 – 5 menit seluruh placenta terlepas, terdorong ke dalam sympisis dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri, seluruh proses biasanya berlangsung 5 – 30 menit, setelah bayi lahir, pengeluaran placenta disertai dengan pengeluaran darah ± 100 – 400 cc.

4.               Kala IV ( observasi )
            Adalah kala pengawasan ± 1 – 2 jam setelah bayi lahir dan placenta lahir lengkap ( utuh ). Mengawasi keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.
                         Lamanya persalinan pada primigravida dan multigravida.
                         Primigravida                                 Multigravida
                         Kala I  13 jam                           7 jam
                         Kala II 1 jam                                 ½ jam
                         Kala III            1,5 jam                  ¼ jam
                         Lama                15 ½ jam                              7 ¾ jam



ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PATOLOGIS
DENGAN KDD PADA NY. R
DI BPS SOFIA H. Am Keb
CANDIREJO, UNGARAN


I.                PENGKAJIAN
             Dilaksanakan tanggal : Senin, 8 September 2008
             Jam : 01.00 WIB
Data subjektif
1.               Biodata pasien                                                    Biodata penanggung jawab
                         Nama : Ny. R             Nama                               : Tn. M
                         Umur   : 25 tahun     Umur                                  : 30 tahun
                         Agama                      : Islam                                 Agama                   : Islam
                         Suku / bangsa         : Jawa / Indonesia            Suku / bangsa : Jawa / Indonesia
                         Pendidikan               : SMA                                Pendidikan : SMA
                         Pekerjaan                  : Swasta                             Pekerjaan     : Swasta
                         Alamat                      : Candirejo RT 7                Alamat : Candirejo RT 7 / RW IV
                                                              RW IV

2.               Keluhan utama dan alasan datang
Keluhan utama : Ibu merasa kenceng-kenceng dari hari Senin, tanggal 08 September 2008 jam 22.00 WIB, Ibu mengeluh keluar cairan dari vagina. Ibu merasakan nyeri pada perut dan punggung bagian bawah.
                         Alasan datang : Ibu ingin melahirkan.

3.               Riwayat kesehatan
3.1.          Riwayat kesehatan dahulu
Ibu tidak pernah menderita.
Penyakit menular seperti : hepatitis, AIDS, TBC, dll.
Penyakit menurun seperti : jantung, DM, hipertensi, dll.
3.2.          Riwayat kesehatan sekarang
Ibu tidak sedang menderita penyakit ;
menular seperti : hepatitis, AIDS, TBC, dll.
menurun seperti : jantung, DM, hipertensi, dll.
3.3.          Riwayat kesehatan keluarga
Di keluarga tidak ada yang menderita
Penyakit menular seperti : hepatitis, AIDS, TBC, dll.
Penyakit menurun seperti : jantung, DM, hipertensi, dll.
Riwayat kembar dan cacat bawaan.

4.               Riwayat perkawinan
Menikah usia 24 tahun.
Menikah 1 kali.
Lama menikah 1 tahun.

5.               Riwayat obstetri
5.1.          Riwayat menstruasi
Menorche: 12 tahun.
Siklus / lama : 28 hari / 7 hari.
Perdarahan : sedang ( 2 kali ganti pembalut / hari ).
Dysmenorchea : hari pertama.
Flour albous : ada sebelum dan setelah menstruasi.
5.2.          Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
                         Hamil ini.
5.3.          Riwayat kehamilan sekarang
-           umur kehamilan menurut pasien 9 bulan.
-           HpHi : 10 Desember 2007                              Hpl : 17 September 2008
-           periksa hamil 6 x di bidan mendapat therapy multivitamin dan tablet penambah darah masing-masing 30 butir serta mendapat penyuluhan tentang ibu hamil.
-           BB sebelum hamil 42 kg.
-           Imunisasi TT
TT1 kehamilan : usia kehamilan 20 minggu.
TT2 kehamilan : usia kehamilan 24 minggu.
-           Ibu tidak memiliki kebiasaan merokok, tidak minum jamu, dan obat-obatan selain yang diresepkan dokter / bidan.
-           gerakan janin mulai dirasakan ibu sejak usia kehamilan 5 bulan.
        6.              Riwayat KB
                          -           Ibu belum pernah KB karena ingin mempunyai anak.
-           Rencana selanjutnya ibu belum tahu ingin menggunakan KB apa.
             7.          Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Pola
Sebelum Inpartu
Selama Inpartu
Nutrisi
Makan 3x/hr (nasi, sayur, lauk)
Minum 8gls/hr, minum susu 2x/hr
Minum teh manis dan air putih
Eliminasi
BAB 1x/hr, BAK: 5-6x/hr
BAB (-) BAK (-)
Aktivitas
Melakukan pekerjaan rumah dengan dibantu suami
Ibu hanya tidur dalam ruangan dengan posisi yang nyaman
Istirahat
Tidur malam : 8 jam, siang ± 1 jam
Ibu hanya istirahat jika HIS hilang
Personal Hygiene
Mandi 2x/hr, gosok gigi 2x/hr, keramas 3x/mgg, ganti baju 2x/hr


             8.          Psikosiospiritual
-           Ibu merasa kenceng-kenceng yang semakin sering.
-           Ibu merasa senang karena ankanya akan lahir.
-           Keluarga selalu mendukung ibu.
-           Ibu taat beribadah.
-           Pengambilan keputusan didominasi oleh suami.
-           Ibu tinggal bersama suami dan tidak memiliki hewan peliharaan.


             Data obyektif
             1.          Pemeriksaan umum
                         Keadaan umum          : baik
                         Kesadaran                   : composmentris
                         Antropometri              : BB sebelum hamil : 42 kg
                         BB hamil                      : 56 kg
                         TTV                              : T : 120/80 mmHg     S : 36,5o C
                                                                 N : 84x / menit       RR : 22x / menit
            
             2.          Pemeriksaan fisik
                         2.1.      Status present
Rambut            :     hitam, lurus, tidak berketombe, tidak rontok
Mata                :     konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Hidung            :     simetris, tidak ada polip
Mulut :            rongga muut bersih, gigi tidak caries
Telinga            :     simetris, tidak ada serumen
Leher   :            tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Dada                :     simetris
Mammae         :     simetris, tidak ada benjolan yang bersifat patologis
Perut                :     tidak ada luka bekas operasi, tidak ada nyeri tekan pada hepar dan gaster
Genetalia         :     tidak ada tanda-tanda PMS seperti bunga kol dan jengger ayam
Ekstremitas atas dan bawah : kaki tidak edema, tangan tidak edema, kuku bersih, simetris
Anus               :     tidak hemoroid

                         2.2.      Status obstetri
                                      -           Inspeksi
Muka :            tidak ada cloasma dan gravidarum
Mammae         :     areola menghitam, papilo menonjol, kelenjar montgomery terlihat
Perut                :     pembesaran perut sesuai usia kehamilan, linea alba, dan nigra terlihat, strie gravidarum
Genetalia         :     tidak edema, tidak ada varises, ada cairan / lendir darah yang keluar
-                 Palpasi
Leopold I           :     TFU 3 jr ↓Px
Bagian fundus teraba besar, lunak, tidak melenting
Leopold II          :     bagian kanan teraba tahanan memanjang
bagian kiri teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III         :     bagian bawah teraba bulat, keras, tidak bisa digoyangkan
Leopold IV         :     divergen, penurunan kepala 2/5
-                 Auskultasi Djj : 140 x / menit
-                 His : 4 – 5 x / 10 menit, lama 40 detik, teratur dan kuat
-                 UT : ø 4 cm, kk Ѳ, effisement 50 % letkep, membujur, puka kep ↓ H III

             3.          Pemeriksaan penunjang

II.         INTEPRETASI DATA
Ny R G1 Po Ao, usia 25 tahun, hamil 39 minggu
janin tunggal, hidup intra uterin,
letak membujur, preskep, puka
dengan
inpartu kala I fase aktif
Dasar :
             Ds :
1.         Ibu menyatakan hamil ke 1, belum pernah melahirkan, belum pernah keguguran
2.         Ibu menyatakan usianya 25 tahun
3.         HpHi : 10 Desember 2007              Hpl : 17 September 2008
             Do :
                         1.         Palpasi
Leopold I                     :     TFU 3 jr ↓Px
                                            Bagian fundus teraba besar, lunak
Leopold II                    :     teraba tahanan memanjang di sebelah kanan
Leopold III      :            bagian bawah teraba bulat, keras, tidak bisa digoyangkan
Leopold IV      :            divergen 2/5
2.              Auskultasi Djj : 140 x / menit
3.              VT : ø 4 cm, kk Ѳ, effisement 50 % preskep

III.            IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
             Tidak ada

IV.            IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
V.              INTERVENSI
1.               Beritahu hasil pemeriksaan
2.               Lakukan P10
3.               Anjurkan suami dan keluarga menyiapkan pakaian ibu dan bayi
4.               Berikan makan dan minum pada ibu
5.               Anjurkan ibu untuk BAK
6.               Anjurkan ibu untuk tarik nafas panjang jika ada kontraksi dan istirahat jika kontraksi hilang
7.               Siapkan ruangan dan peralatan partus
8.               Anjurkan keluarga untuk mendampingi ibu

VI.            IMPLEMENTASI
             Hari / tanggal ; Senin, 8 September 2008                             Jam 01.10 WIB
1.               Memberitahu ibu bahwa sudah pembukaan 4 cm dan janin dalam keadaan baik
2.               Melakukan pengawasan 10
3.               Menganjurkan keluarga untuk menyiapkan pakaian ibu dan bayi
4.               Memberikan makan dan minum pada ibu
5.               Menganjurkan ibu untuk BAK
6.               Menganjurkan ibu untuk tarik nafas panjang jika ada kontraksi dan istirahat jika kontraksi hilang
7.               Menyiapkan ruangan dan peralatan partus
Ruangan : terang, bersih, cukup ventilasi
Peralatan : Partus set
-                 gunting tali pusat                   -           benang tali pusat
-                 gunting episiotomy   -           kasa steril
                                      : ½ kocher                                -           duk steril
-                 2 klem tali pusat                      -           kateter
                                      @ jahit set
-                 pinset anatomis                       -           jarum dan benang jahit
-                 nalfuder                                    -           kasa steril
-                 gunting up                               -           gunting jahit
spuit 3 cc, oxytosin, lidocain, kapas alkohol
waskom, waslap, air DTT, air clorin, tempat placenta, tempat sampah
8.               Menganjurkan suami untuk mendampingi ibu

VII.          EVALUASI
             Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008                              Jam : 01.15 WIB
1.               Ibu mengerti sudah pembukaan 4 cm
2.               Hasil P10
ku : baik                                        Djj : 140 x / menit
TD : 120/80 mmHg                         his : 4x / 10’ / 45’’
N : 84x / menit                          Rub : tidak ada
S : 36,5 o C                                    PPU : lendir darah
RR : 20 x / menit                           VT : ø 4 cm, kk Ѳ, effisement 50 %
3.               Perlengkapan ibu dan bayi sudah disiapkan
4.               Ibu sudah minum teh manis
5.               Ibu sudah BAK 3 x
6.               Ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh perawat
7.               Ruangan dan peralatan sudah siap
8.               Keluarga selalu mendampingi ibu

I.                PENGKAJIAN  KALA II
             Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008                              Jam : 07.00 WIB
1.               Data subjektif
-           Ibu menyatakan kenceng-kencengnya semakin kuat dan sering
-           Ibu menyatakan ingin mengejan seperti BAB
             2.          Data obyektif
                         2.1.      Pemeriksaan umum
KU : baik
Kesadaran : composmentris
TTV : TD : 120/80 mmHg                  RR : 22x / menit
N : 88 x / menit                                                 S : 37 o C
                         2.2.      Status obstetri
                                      Inspeksi :
                                      -           dorongan ingin meneran
                                      -           tekanan pada anus
                                      -           perineum menonjol
                                      -           anus dan vulva terbuka
                                      Auskultasi :
Djj        :     140 x / menit
his       :     5 x / 10’ / 50 ‘’ teratur dan kuat
UT       :     ø 10 cm, kk Ѳ, effisement 100 % preskep, POD uuk di depan

II.              INTERPRETASI DATA
Ny R G1 Po A o, usia 25 tahun, hamil 39 minggu
Janin tunggal, hidup intra uterin
Letak membujur, preskep, puka
dengan
masuk kala II
Dasar :
             Ds :
1.         Ibu menyatakan hamil ke 1, belum pernah melahirkan, belum pernah keguguran
2.         Ibu menyatakan usianya 25 tahun
3.         HpHi : 10 Desember 2007              Hpl : 17 September 2008
             Do :
                         1.         Palpasi
Leopold I        : TFU 3 jr↓px
Leopold II       : puka
Leopold III : kepala
Leopold IV : Divergen, 1/5
Masalah :
Dasar .

III.            IDENTIFIKASI DIAGNOSA POTENSIAL
             Terjadi infeksi

IV.            IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
             Pasang infus 20 tpm


V.              INTERVENSI
1.               Beritahu hasil pemeriksaan
2.               Atur posisi ibu
3.               Dekatkan alat dan persiapan penolong
4.               Anjurkan keluarga untuk mendampingi ibu
5.               Anjurkan ibu cara mengejan yang benar jika ada his
6.               Bantu proses persalinan
7.               Penatalaksanaan BBL

VI.            IMPLEMENTASI
Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008                              Jam : 07.10 WIB
1.               Memberitahu ibu sudah pembukaan lengkap dan ibu dipimpin mengejan
2.               Mengatur posisi ibu pada posisi dorsal recumbent
3.               Mendekatkan alat dan memakai celemek, cuci tangan, patahkan ampul oxytosin, buka spuit, pakai handscoon
4.               Menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu
5.               Menganjurkan ibu cara mengejan yang benar yaitu tangan memegang tumit, mata melihat ke jalan lahir, mengejan seperti BAB, menganjurkan ibu untuk tidak mengangkat bokong, dan untuk tidak memejamkan mata saat mengejan
6.               Membantu proses persalinan
-                 Meletakkan handuk bersih di atas perut ibu
-                 Ketika kepala membuka vulva 5 – 6 cm, meletakkan duk steril di bawah bokong ibu, tangan kanan menahan perineum dengan duk steril, tangan kiri menahan vertek agar tidak defleksi maximal
-                 Setelah kepala bayi keluar, usap muka bayi dengan kasa steril, periksa adanya lilitan tali pusat
-                 Biarkan bayi melakukan putaran paksi luar, pegang kepala secara bipariental, tarik ke bawah untuk melahirkan bahu depan, tarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang, tangan kanan menyangga kepala, leher, dan bahu sedangkan tangan kiri menyusuri punggung sampai tumit, hingga badan bayi keluar
7.               Melakukan penanganan BBL
-                 Meletakkan bayi di atas perut ibu
-                 Mengeringkan bayi, menyelimuti sambil melakukan rangsangan taktil
-                 Menjepit tali pusat dengan klem pada jarak ± 1 cm dari umbilicus bayi kemudian urut ke arah ibu, klem dengan jarak ± 2 cm dari klem 1 potong tali pusat
-                 Mengganti handuk bayi dengan handuk yang bersih dan kering, berikan pada ibu untuk disusui

VII.          EVALUASI
Hari / tanggal :  Senin, 8 September 2008                             Jam : 08.05 WIB
Bayi lahir spontan , tanggal : 8 September 2008                 Jam : 08.00 WIB
Jenis kelamin :
BB / PB : 3000 gram / 49 cm
Apgar score : 8 – 9 – 10
TFU setinggi pusat
Uterus teraba keras
Kandung kemih kosong
Ibu mengatakan perutnya sedikit mules
Bayi sudah dibungkus dengan kain bersih dan tali pusat sudah dipotong

I.                PENGKAJIAN KALA III
Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008
Jam : 08.10 WIB
1.               Data subjektif
-                 Ibu menyatakan perutnya mules

2.               Data objektif
2.1.          Pemeriksaan umum
KU                   : baik
Kesadaran      : composmentis
TD                    : 120/80 mmHg
N                      : 88 x / menit
2.2.          Status obstetri
Inspeksi          :     tali pusat menjulur dari dalam vagina dengan ujung masih terjepit klem
Palpasi             :     TFU setinggi pusat
                                Tidak teraba janin
                                Kontraksi uterus baik

II.              INTERPRETASI DATA
Ny R P1 Ao, usia 25 tahun
Masuk kala III
Dasar
             Ds :
1.         Ibu menyatakan melahirkan anak ke 1, belum pernah keguguran
2.         Ibu menyatakan usianya 25 tahun
3.         Ibu menyatakan perutnya sedikit mules
             Do :
1.         Inspeksi : tali pusat menjulur dari dalam vagina
2.         Bayi lahir spontan, jam 14.00 WIB
3.         Palpasi : Fundus tidak teraba janin, TFU setinggi pusat, kontraksi baik
Masalah :
Dasar :

III.            IDENTIFIKASI DIAGNOSA POTENSIAL
             Tidak ada
IV.            IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
             Tidak ada

V.              INTERVENSI
             Lakukan MAK III
-                 suntikan oxytosin
-                 lakukan peregangan tali pusat terkendali
-                 massase fundus uteri

VI.            IMPLEMENTASI
             Hari / tanggal :  Senin, 8 September 2008                             Jam : 08.15 WIB
             Melakukan MAK III
-                 Memeriksa fundus uteri untuk memastikan janin tunggal, beritahu ibu akan disuntik oxytosin untuk memperkuat kontraksi diberikan 1 menit setelah bayi lahir pada paha bagian luar
-                 Melakukan penegangan tali pusat terkendali untuk melahirkan placenta.
             Tangan kiri melakukan penekanan secara dorso cranial dan tangan kanan menjaga ketegangan tali pusat
-                 Setelah placenta lahir, tangan kanan memriksa kelengkapan placenta dan tangan kiri memassase fundus uteri

VII.          EVALUASI
Hari / tanggal :  Senin, 8 September 2008                             Jam : 08.20 WIB
Placenta lahir lengkap, tidak ada infrak, panjang tali pusat ± 40 cm, diameter ± 20 cm
Kontraksi uterus baik, keras seperti papan
TFU 2 jari dibawah pusat



I.                PENGKAJIAN KALA IV
Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008
Jam : 08.25 WIB
1.               Data subjektif
                         -           Ibu mengatakan perutnya masih mules
             2.          Data objektif
                         2.1.      Pemeriksaan umum
KU                   : baik
Kesadaran : composmentris
TD                    : 120/80 mmHg
N                      : 84 x / menit
                         2.2.      Pemeriksaan obstetri
Inspeksi          :     terjadi laserasi jalan lahir
Palpasi             :     kontraksi baik, teraba keras seperti papan, TFU 1 jari ↓ pusat

II.              INTERPRETASI DATA
Ny R P1 Ao, usia 25 tahun
Masuk kala IV
Dasar :
             Ds :
1.         Ibu menyatakan melahirkan anak ke 1, belum pernah keguguran
2.         Ibu menyatakan usianya 25 tahun
3.         Ibu menyatakan perutnya mules
             Do :
                         1.         Inspeksi : placenta lahir lengkap                  jam : 14.15 WIB
2.              Kontraksi uterus baik, TFU 1 jari ↓ pusat
             Masalah :
             Dasar :


III.            IDENTIFIKASI DIAGNOSA POTENSIAL
             Tidak ada

IV.            IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
             Tidak ada

V.              INTERVENSI
1.               Periksa kemungkinan adanya perdarahan
2.               Lakukan tindakan pasca persalinan
3.               Lakukan evaluasi kontraksi uterus dan TTV
4.               Jaga kebersihan dan keamanan
5.               Pendokumentasian

VI.            IMPLEMENTASI
             Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008                              Jam : 08.30 WIB
1.               Memeriksa adanya perdarahan dan laserasi jalan lahir atau tidak
2.               Melakukan tindakan pasca persalinan yaitu memasukkan placenta ke dalam tempat placenta, mengikat tali pusat dengan simpul mati sebanyak 2 kali, membungkus tali pusat dengan kasa steril dan membungkus bayi dan memberikan pada ibu untuk disusui
3.               Melakukan evaluasi kontraksi dan TTV
                         -           2-3 kali dalam 10 menit pertama
                         -           setiap 15 menit sekali pada jam pertama
                         -           setiap 30 menit sekali pada jam kedua
         4.             Merendam semua alat dan membersihkan ibu serta tempat persalinan
             5.          Mendokumentasikan hasil kegiatan

VII.      EVALUASI
             Hari / tanggal : Senin, 8 September 2008                              Jam : 09.00 WIB
             Perdarahan ± 100 cc, ada laserasi jalan lahir
             Kontraksi uterus baik
             TTV     : TD : 120/70 mmHg                   S : 36,5o C
             N          : 84 x / menit                             RR               : 20 x / menit
             TFU 1 jari dibawah pusat
             Ibu sudah bersih dan nyaman
             Portograf sudah dilengkapi









0 comments :

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. PRUDENTIAL SEMARANG - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz