Showing posts with label Ibu Nifas. Show all posts
Showing posts with label Ibu Nifas. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Senam Nifas

By Wahyuhadi | At 10:47 PM | Label : , , | 0 Comments

Selama kehamilan dan persalinan ibu banyak mengalami perubahan fisik seperti dinding perut menjadi kendor, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Untuk mengembalikan keadaan normal seperti semula dan menjaga agar kesehatan agar tetap prima, senam nifas sangat baik dilakukan pada ibu setelah melahirkan. Ibu tidak perlu takut untuk banyak bergerak, karena dengan ambulasi dini (bangun dan bergerak setelah beberapa jam melahirkan) dapat membantu rahim untuk kembali kebentuk semula.

Selengkapnya Download DISINI

Monday, March 7, 2011

Standar Askep Ibu Nifas

By Wahyuhadi | At 12:23 PM | Label : , | 0 Comments
Profesi  keperawatan bertanggung jawab terhadap  peningkatan  mutu  (kualitas) pelayanan keperawatan menuju pelayanan keperawatan yang profesional. Adapun faktor-faktor yang diperlukannya peningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan karena citra dan mutu praktek keperawatan sering dipertanyakan dan diragukan (Sahar,J, 1996, h. 1), adanya perubahan sifat pelayanan keperawatan yang dulu bersifat okupasi menuju kearah pelayanan keperawatan profesional.


Selanjutnya download DISINI

Monday, December 6, 2010

Asuhan Kebidanan Ibu Nifas

By Wahyuhadi | At 9:04 AM | Label : , | 0 Comments
BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Kematian ibu adalah kematian perempuan selama masa kehamilan atau dalam 42 hari setelah persalinan dari setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan karena kecelakaan. Di Negara miskin, sekitar 25-50% kematian perempuan usia subur disebabkan oleh masalah  terkait kehamilan, persalinan dan nifas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  tahun 2008 memperkirakan diseluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat  hamil atau bersalin. Artinya, setiap menit ada satu  perempuan  yang meninggal. Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008 mutakhir masih cukup  tinggi, yaitu 390 per 100.000 kelahiran. Penyebab kematian ibu terbesar (58,1%) adalah perdarahan dan eklampsia.
Menurut profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Angka Kematian Ibu pada tahun 2007 sebesar 20 angka dengan jumlah kelahiran hidup 24.746 orang. Sedangkan berdasarkan laporan puskesmas  jumlah kematian ibu maternal di Kota Semarang pada tahun 2007 sebanyak 20 orang dengan jumlah kelahiran hidup  sebanyak 24.746 orang. Meskipun AKI di Jawa Tengah mengalami penurunan, namun di Kota Semarang sendiri  menunjukkan adanya  peningkatan. Terbukti bahwa Angka Kematian Ibu di Semarang pada tahun 2005 sebesar 115 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Ibu tahun 2006 sebesar 126,6 per 100.000 kelahiran hidup. Disamping itu Angka  Kematian Bayi Baru Lahir di Indonesia  menurut The World Health Report 2005. Adalah  20/1.000 kelahiran hidup. Berarti setiap hari ada  246 bayi  meninggal, setiap jam 10 bayi baru lahir meninggal dan setiap tahun ada 89.770 bayi baru lahir meninggal, berdasarkan hasil survey kesehatan Daerah Angka Kamatian Bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun  2007, (SURKESDA) jumlah kematian bayi  yang terjadi di Kota Semarang sebanyak 466 dari 24.746 kelahiran hidup, terdiri dari 226 kematian bayi yang berasal dari laporan  Puskesmas se-kota Semarang dan 240 kematian bayi di tingkat rumah sakit, sehingga didapatkan  Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 18,8 per 1.000 kelahiran hidup.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. PRUDENTIAL SEMARANG - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz